KPK Amankan Dokumen Kasus Korupsi Pengadaan Rumah Dinas DPR

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai tujuan, dengan fokus pada siswa sekolah. Program ini dipastikan tidak diberikan kepada guru maupun warga di sekitar sekolah.
“Sasaran penerima MBG adalah siswa yang ada di sekolah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta Sarjoko, Selasa (7/1/2024).
Program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai diberlakukan secara resmi pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini dilaksanakan di sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi, termasuk DKI Jakarta.
Terdapat sekitar 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang bertugas menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Pelaksanaan MBG di Jakarta menjangkau sebanyak 12.054 siswa penerima manfaat. Siswa-siswa ini mendapatkan suplai makanan dari empat dapur MBG yakni SPPG Halim yang menyediakan makanan untuk delapan sekolah (dengan total penerima manfaat 2.953 siswa).
Selanjutnya, SPPG Ciracas menyiapkan MBG untuk sembilan sekolah (3.055 siswa), kemudian, SPPG Palmerah menyiapkan MBG untuk 11 sekolah (2.987 siswa), sementara SPPG Pulogebang sebanyak 13 sekolah (3.059 siswa).
Sarjoko menyebutkan nantinya akan ada 13 SPPG lainnya yang dioperasikan untuk mendistribusikan makanan bergizi untuk program MBG sehingga totalnya nanti menjadi 17 SPPG.
Ke-13 SPPG lainnya ini beroperasi dalam waktu berbeda namun di bulan Januari ini, antara lain SPPG Kemang 1 (mulai 9 Januari), SPPG Yayasan Mora Perkasa, Pulo Gadung (mulai 9 Januari).
Mulai 13 Januari, sejumlah program SPPG akan dilaksanakan di berbagai lokasi, seperti SPPG Buaran, SPPG Jakarta Utara, SPPG Yayasan Assalam Cilacap di Ciracas, SPPG Yayasan Hasanah Rohman Rohim di Cipayung dan Pulo Gadung, serta SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam RIFTAH di Kebon Jeruk. Selain itu, SPPG Sagolicious di Gading Kirana, Kelapa Gading, juga akan dimulai pada tanggal yang sama.
Selanjutnya, pada 20 Januari, program ini akan berjalan di SPPG 1 Warakas dan SPPG Yayasan Tunas Cendekia Sejahtera di Tebet. Sementara itu, SPPG Kepulauan Seribu Utara akan dimulai pada 30 Januari.
Menurut Sarjoko, program MBG dirancang untuk mendukung pertumbuhan optimal siswa, meningkatkan konsentrasi belajar, dan menunjang kesehatan mereka di berbagai jenjang pendidikan. Program ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan variasi menu serta mengkampanyekan budaya “Habiskan Porsi Makanmu.”
“Kami berkoordinasi intensif dengan semua SPPG yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Gizi Nasional untuk memastikan pelaksanaan MBG di Jakarta berjalan lancar,” kata Sarjoko.



